{"id":142,"date":"2026-04-05T05:15:13","date_gmt":"2026-04-05T05:15:13","guid":{"rendered":"https:\/\/budiismailasro.com\/?p=142"},"modified":"2026-04-05T05:19:16","modified_gmt":"2026-04-05T05:19:16","slug":"ringkasan-materi-dan-contoh-soal-elastisitas-permintaan-dan-penawaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/2026\/04\/05\/ringkasan-materi-dan-contoh-soal-elastisitas-permintaan-dan-penawaran\/","title":{"rendered":"Ringkasan Materi dan Contoh Soal Elastisitas Permintaan dan Penawaran"},"content":{"rendered":"<p>Secara umum, elastisitas bisa diartikan sebagai pengaruh perubahan harga terhadap jumlah dari produk barang yang diminta atau ditawarkan. Bisa dikatakan bahwa elastisitas ini merupakan tingkat perubahan atau kepekaan dari satu gejala ekonomi atas perubahan gejala ekonomi yang lain.<\/p>\n<h3><strong><b>Elastisitas Permintaan<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Elastisitas permintaan merupakan pengaruh dari perubahan harga terhadap jumlah produk barang yang diminta. Atau dengan kata lain elastisitas permintaan merupakan tingkat kepekaan dari perubahan jumlah barang yang diminta atas perubahan harganya.<\/p>\n<h3><strong><b>Elastisitas Penawaran<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Elastisitas penawaran merupakan pengaruh dari perubahan harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan. Atau bisa dikatakan bahwa elastisitas penawaran merupakan tingkat kepekaan dari perubahan jumlah barang yang ditawarkan atas perubahan harganya.<\/p>\n<h3><strong><b>Faktor<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0yang Memengaruhi Elastisitas Permintaan dan Penawaran<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Elastisitas permintaan dipengaruhi oleh:<\/p>\n<p>&#8211; Jumlah penggunaan barang\/jasa<\/p>\n<p>&#8211; Ketersediaan barang alternatif\/subtitusi<\/p>\n<p>&#8211; Intensitas kebutuhan konsumen<\/p>\n<p>&#8211; Penghasilan konsumen<\/p>\n<p>&#8211; Jumlah pengeluaran atas barang\/jasa<\/p>\n<p>&#8211; Masa penyesuaian jumlah barang\/jasa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan elastisitas penawaran dipengaruhi oleh:<\/p>\n<p>&#8211; Jumlah persediaan barang dagangan<\/p>\n<p>&#8211; Mobilitas faktor produksi<\/p>\n<p>&#8211; Jangka waktu produksi<\/p>\n<p>&#8211; Daya tahan penyimpanan barang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong><b>Jenis Elastisitas Permintaan dan Penawaran\u00a0<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Pada dasarnya elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran bisa dibedakan menjadi 5 jenis. Untuk penjelasannya secara lebih lanjut, langsung saja simak penjabaran yang ada di bawah ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong><b>1. Elastis (E&gt;1)<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Permintaan dan penawaran disebut elastis jika persentase perubahan jumlah barang yang diminta maupun yang ditawarkan lebih tinggi daripada persentase perubahan harganya, atau jika nilai koefisien elastisitasnya &gt; 1.<\/p>\n<p>Biasanya jenis elastisitas ini ditemukan pada produk yang memiliki banyak substitusi atau pengganti. Contoh elastisitas penawaran atau permintaan elastis ditemukan pada produk makanan, pakaian, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Jadi ketika harganya naik maka akan mudah bagi konsumen untuk mendapatkan barang penggantinya. Berikut ini adalah grafik elastisitas permintaan dan penawaran yang elastis:<\/p>\n<h3><strong><b>2. Inelastis (E&lt;1)<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Disebut inelastis jika persentase dari jumlah barang yang diminta kurang dari persentase perubahan harga. Kondisi ini sering ditemukan pada barang kebutuhan sehari-hari seperti beras yang menjadi kebutuhan pokok. Meskipun harga naik, masyarakat akan tetap membeli.<\/p>\n<h3><strong><b>3. Unitary (E=1)<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Elastisitas permintaan dan penawaran disebut unitary atau uniter jika persentase dari jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harganya. Hanya saja contoh dari barang yang memiliki elastisitas uniter ini tidak bisa disebutkan secara spesifik.<\/p>\n<h3><strong><b>4. <\/b><\/strong><strong><b>Elastis Sempurna (E= ~)<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Elastis sempurna atau tidak terhingga bisa terjadi jika pada suatu harga yang ditawarkan bisa membeli atau menjual seluruh barang yang tersedia di pasar. Namun jika ada kenaikan sedikit saja maka jumlah permintaan akan jatuh menjadi nol (0).<\/p>\n<p>Kondisi ini biasanya terjadi pada produk barang atau jasa yang memiliki sifat dan karakteristik sama meskipun berasal dari produsen yang berbeda dan dijual di tempat yang berbeda.<\/p>\n<h3><strong><b>5. Inelastis Sempurna (E=0)<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kondisi permintaan atau penawaran inelastis sempurna bisa terjadi jika perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh pada jumlah permintaan barang. Jadi berapapun harganya jumlah produk barang atau jasa tidak berubah.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya adalah lukisan seniman terkenal yang sudah meninggal dunia. Meskipun harganya terus mengalami kenaikan tapi jumlah produk yang tersedia tetap atau tidak berubah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong><b>Rumus Menghitung Elastisitas<\/b><\/strong><\/h3>\n<p><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-143\" src=\"https:\/\/budiismailasro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rumus-elastisitas-permintaan-300x165.jpg\" alt=\"\" width=\"233\" height=\"128\" srcset=\"https:\/\/budiismailasro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rumus-elastisitas-permintaan-300x165.jpg 300w, https:\/\/budiismailasro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rumus-elastisitas-permintaan.jpg 304w\" sizes=\"auto, (max-width: 233px) 100vw, 233px\" \/><\/p>\n<p>Keterangan:<\/p>\n<p>\u0394Q : Perubahan jumlah permintaan atau penawaran (Q<sub>2<\/sub>\u00a0&#8211; Q<sub>1<\/sub>)<\/p>\n<p>\u0394P : Perubahan harga (P<sub>2<\/sub>\u00a0&#8211; P<sub>1<\/sub>)<\/p>\n<p>P1 : Jumlah harga awal<\/p>\n<p>Q1 : Jumlah permintaan atau penawaran awal<\/p>\n<p><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<h3><strong><b>Contoh Soal Elastisitas Permintaan dan Penawaran<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Toko Pakaian Elok pada bulan ini melakukan cuci gudang untuk semua produk pakaian. Harga pakaian anak yang sebelumnya Rp20.000 diturunkan menjadi Rp15.000 saja.<\/p>\n<p>Dengan adanya penurunan harga tersebut, terjadi peningkatan pada jumlah permintaan pakaian anak yang semula berjumlah 1.000 pcs naik menjadi 4.000 pcs. Hitunglah berapa koefisien elastisitasnya?<\/p>\n<p><strong><b>Diketahui:<\/b><\/strong><\/p>\n<p>\u0394Q=4.000\u20131.000<\/p>\n<p>\u0394Q=3.000<\/p>\n<p>\u0394P=15.000\u201320.000<\/p>\n<p>\u0394P=\u22125.000<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-143\" src=\"https:\/\/budiismailasro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rumus-elastisitas-permintaan-300x165.jpg\" alt=\"\" width=\"149\" height=\"82\" srcset=\"https:\/\/budiismailasro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rumus-elastisitas-permintaan-300x165.jpg 300w, https:\/\/budiismailasro.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rumus-elastisitas-permintaan.jpg 304w\" sizes=\"auto, (max-width: 149px) 100vw, 149px\" \/><\/p>\n<p>Ed=20.000\/1.000 x 3.000 \/ (-5.000)<\/p>\n<p>Ed=12<\/p>\n<p>Maka, Ed &gt; 1. (elastis)<\/p>\n<p>Dari hasil perhitungan di atas dapat terlihat bahwa sebenarnya hasilnya adalah negatif. Namun hal itu bisa diabaikan saat menghitung koefisien elastisitas. Diketahui nilai dari koefisien permintaan pakaian anak sebesar 12. Artinya, jika akan perubahan harga naik 1% maka permintaan akan turun 12%.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>(Sebagian materi diambil dari https:\/\/www.pijarbelajar.id)<\/em><\/p>\n<p><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<p><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<p><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara umum, elastisitas bisa diartikan sebagai pengaruh perubahan harga terhadap jumlah dari produk barang yang diminta atau ditawarkan. Bisa dikatakan bahwa elastisitas ini merupakan tingkat perubahan atau kepekaan dari satu gejala ekonomi atas perubahan gejala ekonomi yang lain. Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan merupakan pengaruh dari perubahan harga terhadap jumlah produk barang yang diminta. Atau dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-142","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-materi-pelajaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":148,"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142\/revisions\/148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiismailasro.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}